Bergumul

Tidak tahu kenapa, tiap kali saya menginjakkan kaki di tempat ini yang muncul cuma kepahitan, hattred, dan satu perjalanan singkat ke suatu masa yg paling menyakitkan.

Setelah itu timbul perasaan skeptis.

Kemudian berganti menjadi kekerasan hati.

Dan akhirnya kosong. Merasa hancur tapi tak terasa sakitnya lagi. Merasa perih tapi air mata tak tertumpah lagi.

Benarkah semua sudah termaafkan saat belum terlupakan?
Benarkah sudah berbesar hati saat perih masih bisa menggelitik hati?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s