We might as well be living in the different world

Dunia yang berbeda membuat apa yang kita bahas berbeda, membuat apa yang kita lihat berbeda, perilaku dan nilai budaya yg kita anutpun berbeda.
Diam, menutup smua indra rasanya adalah cara paling ekstrem dan paling mudah dilakukan bila ada hal yg tidak sama dengan apa yg kita pikir, rasa atau perbuat. Kompromi sekali, dua kali dan tiga kali sepertinya cukup banyak untuk mengatasi perbedaan dengan cara lebih manusiawi. Setelah itu, ya itu tadi, diam.
Dan kemampuan untuk diam ini semakin terasah kembali (kebanyakan sih, ditempa di kantor). Melihat kehidupan seperti melihat tivi, melihat itu terjadi tanpa ada kita terlibat didalamnya.Ā  Lebih aman, lebih nyaman.

*postingan terberat sejak pindah ke wordpress sepertinya*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s