Angan angan

Hidup saya akhir akhir ini sering membuat saya berpikir “enaknya ya kalo bisa jadi ibu rumah tangga, bisa merajut seharian, siang-siang ngupi di kafe, belanja belanji. Ga ada tu kamus dikejar-kejar revisi laporan dari bos, atau acara mengejar ngejar dokumen dari auditi (lah kok hidup saya penuh kejar-kejaran begini hihi)”.
Saya bayangin ya, saya pagi nyiapin keperluan suami, termasuk sarapan dan bekal makan siang (istri pelit). Suami berangkat, saya nyuci dan bersih-bersih rumah (yang apabilapun rumahnya cuma sepetak paling juga bisa kelar smua itu dalam 2 jam). Abis itu? Leha leha nonton gosip sambil ngerajut atau janjian sama temen ke kafe.
Tapi…nyatanya tak bisa begitu temaaan.
Saya bukan orang yang tahan berleha leha dirumah (walaupun kerjaan juga banyak lo dirumah itu, jangan salah), dalam arti tidak bekerja kantor. Ga tau kenapa, addict aja keknya ketemu teman, dikejar kejar apapun dan siapapun, ngerjain laporan dsb. Walaupun stres dikerjaan termasuk konflik batinnya buanyaaakkk. Yang baru baru ini aja sampe bikin ga enak makan dan tidur dan kerja.
Kegalauan ga penting ini emang mengganggu sekali beberapa waktu belakangan. Mana kantor saya susah sekali memberikan cuti plus konflik batin karena budaya unit baru yang berbeda. Tapi jujur saja dari sisi ekonomi, saya membutuhkan pekerjaan ini.
Akhir kata,ada teman kantor yang melihat rajutan saya bilang “mustinya kamu kerja sesuai apa yang kamu suka, ngapain kerja kayak sekarang tapi hatimu ga disitu?”. Saya jadi kepikiran.
Hmmm….. #jongkokdipojokan

Advertisements

2 thoughts on “Angan angan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s