Irritated

Ya emang bukan sekali sih sama orang ini, berkali kali. Cuman yang kemarin kemarin ngeluhnya cuma di path, sharing private lagi. Sekarang tulis di blog ah, biar blognya agak ramean.
Iya ini orang ngaku temen deket. Iya anaknya super asik, dan mungkin typical anak ibukota ya, ngomongnya super ceplas ceplos.
Saya tahu dia bercanda, tapi hey saya pun bercanda dengannya atau dengan yang lain tak pernah memakai hal fisik. Saya tau gimana ga enaknya dibencandain secara fisik soalnya.
Saat saya masih pegawai baru, dan berat saya masih pertengahan 50, saya sudah diolok gendut sama dia. Sekarang apalagi dong ya dimana berat saya mencapai angka enam puluhan.
Selain gendut, dia juga suka becandain hobi saya merajut. Katanya saya mirip banget ma nenek-nenek. Udah kacamataan, hobinya ngerajut, suka budeg pula. Ya emang saya punya masalah pendengaran sih.
Akhirnya karena saya mulai terganggu, saya memilih menjauh saja. Toh acara jalan sama dia pun tidak terlalu menarik bagi saya karena saya ga hobi makan-makan mahal, apalagi kalo ga sama suami (benernya sih karena pengetatan ikat pinggang juga hihihi).
Naah, hari ini ketemulah diriku dengannya. Saya sedang mengambil dokumen dan ngobrol sedikit dengan petugas disitu. Rupanya dia panggil panggil saya dong, dan seperti disebut diatas, saya punya masalah pendengaran, jadi saya tidak dengar panggilan dia. Akhirnya pas sebelum saya mau keluar ruangan, saya melihat dia melambai lambai. Oya, nama saya di smua akun socmed saya adalah diendoetz alias dinduts. Dulu saya sebel dipanggil begini, tapi ya sudahlah lumayan buat identitas ga ada yang ngembarin (males galau lama-lama).

“Haaiiiii” sapa saya riang sambil menghampirinya.
“Elu ngrasa ga gendut lagi ya gw panggil ndut ndut ga noleh?”
Saya mlongo….
Sampe sekarang kalau inget jadi pengen nerusin mlongo
…………

Bukan keinginan juga kok menggendut begini. Bukan seneng juga, wong nyari baju aja susahnya bukan main. Ga gampang lo hidup jadi orang gendut. Makan dikit dikira diet (padahal sapa tau emanb makannya dikit tapi tetep aja gendut), makan banyak dibilang “pantes aja gendut”. Belum cukupkah semua itu sampe musti diledekin lagi?

Kami, wanita wanita bertubuh lebih ini juga masih punya perasaan. Masih bisa sakit hati. Mungkin saat diledek kami masih bisa ketawa, masih tersenyum, tapi dalam hati kami juga sedih.

Ah sudahlah. Di dunia yang mengagungkan body kayak boneka barbie ini, kami yang geday ini musti tau diri. Kalo ga pengen sakit, mending ya jauh jauh dari yang menyakiti.

Sekian

Advertisements

2 thoughts on “Irritated

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s