Musti ya di Jakarta?!

Sejak kuliah dulu, bila sedang membicarakan mau kerja dimana, saya sekalipun tidak pernah menyebutkan jakarta. Tak pernah.
Kenapa? Saya serem kalo liat susahnya orang jakarta yang mau mudik ke kampung. Ini tiketnya beli lo yaa, bukan gratisan, tapi antriannya astajiiimmmm. Bahkan ada yang sampai nginep nginep segala.
Itu alasan pertama. Alasan kedua, macet. Alasan ketiga, banyak preman dan copet.
Soalnya ya kalo dibanding sama kampung saya di Malang (dulu pas saya kuliah ya) suasananya ayem (tenang) adem tentrem sejahtera. Angkutan juga tidak merepotkan. Kejahatan pasti ada tapi masih ga semenyeramkan di Jakarta kata saya sih, tapi itupun mungkin karena saya asli malang ya. Hihihi.
Ternyata, melamar di kota sendiri itu lebih susah daripada melamar keluar kota. Jadilah saya mendapat pekerjaan pertama saya di Surabaya. Cuma bertahan 2 minggu saudara, karena saya ga krasan. Sebagai seorang yang sama sekali tak pernah tinggal diluar sarang, kayak dapat shock therapy hihihi. Segala sesuatu rasanya menyeramkan waktu itu.
Pekerjaan kedua, diterima sebagai pns dong, padahal ga pernah bercita cita jadi pns dan ga suka sama pns. Daftarnya juga ga nyangka kalo jadi pns hahahahahahaah. Dan jengjengjeng, diklatnya di Jogja 3 bulan. Tenang tenang, ada travel, begitu kata saya. Disitu mulai agak berani sih secara ada temennya (yaeyalah).
Kemudian, selesai diklat, diumumkanlah penempatan saya. Dapatnya? Jakarta! Padahal saya milihnya Bali huhuhu. Kayaknya saat itu cuma saya yang sedih ditempatin di Jakarta.
Saat ini saya sudah hampir 6 tahun menempati Jakarta, 6 tahun kurang sebulan tepatnya. Tadi pagi saat saya dibonceng motor sama suami, melihat jajaran gedung gedung bertingkat, saya menganalisa perasaan saya. Pertama kali saya menginjakkan kaki di Jakarta, saya akan menatap kagum gedung gedung ini. Sekarang, yang saya rasakan cuma deretan gedung yang rutin saya lewati. Hidup hanya berdasar rutinitas. Berangkat pagi pagi sebelum matahari cukup panas supaya tidak banyak terkena macet, melewati jalan yang sama, pulang buru buru demi mengejar jadwal commuter line, tiba dirumah saat matahari sudah hilang. Saya menjadi bagian dari hal hal yang dulu saya jadikan alasan menolak bekerja di Jakarta. Setiap tahun saya harus berjibaku (walau di dunia maya) untuk mendapatkan tiket pulang kampung bahkan tahun ini sampai bergadang 2 hari. Saya pernah mengalami kebanjiran saat dulu saya ngekos sehingga saya pernah menunggu air surut di mcD 24 jam di depan Senayan City. Saya pernah hampir dicopet saat naik angkutan umum, untung saya masih punya feeling kuat jadi saya sempet turun dari angkutan sebelum dicopet.
Jujur saya masih bersyukur mendapat penempatan di pulau jawa dibanding teman teman saya yang penempatan sampai papua. Dan di Jakarta ini saya banyak belajar tentang kemandirian atau lebih tepatnya keberanian. Saya musti berani untuk kemana mana sendiri naik kendaraan umum (kalau di malang sih tinggal naik motor) karena naik motor sepertinya lebih berbahaya buat saya daripada naik angkot. Saya belajar untuk lebih rajin karena saya musti bangun pagi pagi. Kesiangan 5 menit saja bisa membuat saya terlambat ke kantor sejam.
Dalam hati sih saya masih punya keinginan untuk bekerja diluar Jakarta, misalnya kembali ke kampung halaman (hihihi maunya). Namun ya karena sekarang rejeki saya dan suami masih disini, mau ga mau ya musti diterima dengan ikhlas kan ya hihihi.
Oya saya membeli rumah di Depok. Rencananya akhie tahun ini musti udah pindah. Ga kebayang jam berapa lagi saya musti bangun hihihi (i am not a morning person. At all!!!). Kalo di Malang ya masuk setengah 8 itu bisa berangkat jam 7 aja. Kalo di Jakarta, dari Kalibata-Gatot Subroto aja musti berangkat jam 6 biar ga telat. Gimana ntar di Depok?!!! Huhuhuhu (kekepin bantal).
Tapi bersyukur bersyukur bersyukur. Masih banyak orang yang susah cari kerja. Hihihi… ada pengalaman sama kota-kota metro kayak Jakarta?

Advertisements

4 thoughts on “Musti ya di Jakarta?!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s