Tempat tinggal impian

http://youtu.be/mj6i_Z1Srsw

Jadi ini bukan film baru. Ini filmnya mas josh duhamel yang panjatable banget ituh. Tapi ini bukan mau bahas ceritanya, ato pemerannya, atau bagus nggaknya filmnya sih. Yaaa film romantis will be film romantis laahh. Bikin klenyer klenyer gimana gt (apalagi bayangin dipeluk peluk sama mas josh yak)
Saya mau bahas setting lokasi mereka. Itu ceritanya mereka hidup di desa tempat persinggahan bis (bisnya berhenti cuma 10 menitan buat penumpang meluruskan kaki, beli cemilan, cari toilet, dsb). Aku bilang desa soalnya keknya hidupnya masih sederhana gitu. Smua orang saling kenal. Trs mereka suka melakukan kegiatan bareng-bareng. Cuma ada 1 restoran, 1 toko serba ada, 1 pom bensin. Ada sungai, ada hutan. Kalo kata orang jawa hidupnya ayem.

Sebagai orang kota (24 tahun di kota kecil kayak malang dan 6 tahun di kota metropolis kayak jakarta) saya langsung mupeng dong ya hidup disitu. Sejujurnya dari kecil saya (yang pas sd sudah baca novel rohani kakak saya dengan setting lokasi peternakan)udah pengen banget hidup di desa, di sebuah peternakan gitu. Sepertinya damai kalo hidup di dekat padang rumput luas yang bisa dinikmati kalo pengen menyendiri, banyak hewan-hewan lucu kayak sapi, domba, kuda, anjing (yup, saya pecinta hewan), ada sungai untuk memancing santai. Saya bayangin pake topi jerami dan gaun bunga-bunga terus jalan jalan di tengah padang (video klip banget ga siiihhh). Waktu sd udah pengen kek gitu.

Pas sma dan kuliah, hobinya ganti dongg baca novel harlequin hahahahahah. Kalo temen ada yg suka cerita yang ada anak-anak/bayi, ada yang suka businessman, saya pilih koboi. Saya bayangin saya jadi istri koboi yang tiap hari ngasi makan ayam, bebek, jalan-jalan sama anjing, nyikat bulu kuda. Terus siangnya masak,nemenin suami makan siang. Saat suami balik menggembala (ceile, penggembala ceritanya bo, saya jalan jalan ke bukit seberang padang rumput, duduk di bawah poon, ngeliatin sapi sapi merumput. What a life!!!

Naaahhh ini settingan lokasi si film enaaakkk banget deh. Saya keknya bisa menemukan banyak spot untuk duduk berdiam diri, menikmati musik dan merenung (plus dipeluk mas josh #halah). Bandingkan dengan hidup di kota, dengan hingar bingarnya setiap hari. Keknya tak tersisa 1 spot untuk menyendiri. Mau menyendiri di kafe? Menyendiri di taman? Semua keknya penuh dengan hal yang bising. Disini ga ada yang namanya menikmati hidup kayak orang desa.

Dipikir pikir lagi, mungkin bisa jadi penyemangat kerja yah. Rajin kerja, banyak nabung, biar bisa pindah ke desa dan cari ketenangan….plus cari mas josh #plak.

Aminnnn….

Punya tempat tinggal impian?

Advertisements

6 thoughts on “Tempat tinggal impian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s