A new year

Halo, happy new year.
Bagaimana tahun ini setelah kita nikmati selama 7 (well, kalo dari jam yang saya punya, sekarang menginjak hari kedelapan) hari?
For me, i am living a new life. Still strugling with it. Saya pindah rumah. Yaaa mungkin bagi banyak orang yang punya karakter mudah beradaptasi, apa yang saya alami cemen dan manja ya, tapi buat saya sih semua jadwal dan aktivitas saya yang sudah settle musti berubah. Karena saya orang yang cukup concern dengan jadwal, kebiasaan dan teman-temannya, maka semua hal yang baru ini perlu saya adaptasikan dan atur dulu.
Dulu saya bangun tidur cukup jam 5.30 dan berangkat kantor jam 6.15, sekarang saya musti bangun jam 4 karena musti udah nyampe stasiun sebelum jam 5.15. Cemen? Emang! Buat banyak orang. Buat saya, sangat berat sekali untuk bangun pagi. Sejak kecil saya sangat tidak menikmati bangun pagi, sampai sampai saat sekolah smp dan sma saya memilih masuk smp dan sma dekat rumah saja supaya bisa tetep berangkat siang.
Dulu saya pulang kantor bisa main-main dulu sambil nunggu suami. Pulang jam 10-11 malam adalah hal biasa, karena kami berdua hobi nonton bioskop juga sih. Sekitar seminggu yang lalu, saya dan suami pengen nonton the hobbit. Pilihan jamnya adalah 17.40 dan 19.15. Saat itu, suami belum sampai di bioskop, dan jam menunjukkan pukul 17.30, maka saya pilih yang 19.15. Pikir saya, masih sore ini. Saya baru ingat kalo frekuensi commuter line yang akan saya tumpangi pulang semakin malam semakin sedikit, semakin jarang. Film baru selesai jam 9.45, dan kereta akan lewat di stasiun terdekat pada jam 22.02. Saya dan suami lari sekencang-kencangnya (ya ga kenceng juga sih, saya kan gendut), ke stasiun. Dan keretanya udah lewat 😞😰😭. Kereta selanjutnya akan lewat 55 menit lagi. Rasanya ga enak banget deh kalo kita lagi bersenang-senang dan terbatas oleh waktu. Adanya jadi was was ngeliatin jam mulu.
Dulu saya tinggal ngesot kalo mau cari makan. Sekarang ga bisa. Penjual makanan jauh dan rata-rata cuma jual nasi goreng dan mie ayam. Ga ada jamur goreng, okonomiyaki, kebab doner. Cemen? Emang!

Selain punya “hidup baru”, saya beresolusi untuk punya sikap baru. Saya punya prinsip bahwa saya memperlakukan orang lain sebaik mungkin karena saya tau ga enaknya diperlakukan tidak baik, misalnya dihina, ditolak, dikucilkan. Tapi layaknya yang seharusnya, seringkali apa yang saya dapat dari orang lain adalah sebaliknya. Saat saya (merasa) sudah menjadi teman yang mau mendengarkan dengan baik, berusaha untuk tidak judging, dan suportif, ternyata saat saya membutuhkan suport dan telinga yang ada sih malah sikap yang menurut saya menyalahkan atau meremehkan. Pada akhirnya saya cenderung mengambil sikap cari aman. Saya memberi dukungan seadanya, tidak banyak bercerita atau melontarkan komentar-komentar. Saya memang paling susah menerima penolakan. Biasanya saya langsung masuk cangkang saya kalo saya ditolak. Ditolak teman itu lebih sakit daripada ditolak saat cari kerjaan. #halah😁
Karena semua inilah saya minta supaya saya dimampukan untuk mengasihi, dalam segala keadaan. Dan yang bisa memampukan saya ya cuma Tuhan. Saya mau belajar bahwa saya berbuat baik ke orang lain bukan supaya mereka baik juga dengan kita, tapi karena Tuhan sudah sangat baik kepada kita. Berat? Banget!!!

Soal kerjaan yang pasti ga usah dibahas sih. Mending bahas hobi. Yep di tahun yang baru ini saya sudah membuat dua topi. Satu untuk bapak saya, satu lagi sebenernya buat suami cuma ternyata kekecilan, jadi rencananya akan saya berikan kepada anak temen kantor.

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/685/48154016/files/2015/01/img_0846.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/685/48154016/files/2015/01/img_0828.jpg

Itu yang biru buat temen kantor, yang coklat punya bapak. Saya menggunakan benang pierrot, kalo ga salah dari Jepang. Benangnya empuk, enak banget dirajut. Masing- masing topi butuh 1 gulung benang. Setelah ini rencananya mau bikin syal lagi kayak yang orange itu. Mungkin mau bikin pake warna ungu (kayak punya aja). Hehehe

Apa resolusi tahun baru kalian? Semangaaatttt

Advertisements

4 thoughts on “A new year

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s