😞

Seorang teman yang suka barengin saya kejar2 kopaja yang suka langka di jam pulang dan kejar2 kereta, mendadak beberapa hari tidak masuk. Sungguh aneh karena ni anak rajin sekali ngantor, beda banget dibanding saya. Siang tadi saya coba bbm dia, menanyakan kabar. Kemudian dia bercerita kalau dia hamil. Kaget, seneng, sekaligus sedih dengernya.

Kenapa sedih? 

Karena saya juga pengen. Mungkin selama 4 tahun saya menikah ini, saya jarang bahkan tidak pernah posting sesuatu terkait hamil, anak dsb dsb. Bukan berarti saya tidak pingin. Saya pingin. Cuma saya tidak mau menulisnya. Karena dengan menulisnya maka saya harus memikirkannya juga. Sepertinya saya ingin menyisihkan pikiran soal bayi di sebelah paling dalam, dan bersabar saja menunggu hari bahagia itu datang. Saya tidak mau memikirkannya juga karena saya tidak mau mengeluh sana sini dan mendapat simpati. Tidak tau kenapa. Rasanya malah membuat saya berbeban berat. 

Nah temen saya yang baru hamil ini juga sama dengan saya, sudah lama menanti dan belum hamil juga. Jadi saat saya mendengar berita ini rasanya saya kehilangan temen seperjuangan untuk hamil. Termasuk seperjuangan untuk ngejar kopaja dan kereta sih #eh. 

Sebenernya pertanyaan juga banyak dari orang-orang sekitar. Dari yang bener-bener perhatian dan simpati, sampai yang cuma basa basi dan kepo. Yang tanya mulai dari orang ga deket macem auditee saya, sampai yang paling deket kayak keluarga. Keluarga sih selalu menyemangati (tapi tidak memaklumi dan memahami sih) saya, cuma kadang saat mereka ngobrol dengan tetangga atau teman membahas soal saya, jawaban keluarga bikin nyess juga sih, apalagi pake banding-bandingin sama anak tetangga atau temen saya.Ya ketauan kalo itulah, tidak memahami dan memaklumi keadaan saya. 

Jujur sampai sekarang, sayapun belum periksa dokter. Saya ini orang yang paling anti untuk periksa ke dokter. Sakitpun kalo bisa saya sembuhin pake obat di warung. Suami saya sampai sebel. Dan memang sih, akhirnya alasan saya ga hamil-hamil menjadi misteri. Cuma Tuhan yang tahu. Soalnya saya sama suami juga ga tau. 😁

Minggu depan, saya dan suami mudik. Dari bulan kemarin, saya ngeluh mulu ga siap mental ngadepin pertanyaan orang. Mikir juga sih, coba kalo udah periksa dokter, pasti bisa jawab dengan pede. Sejauh ini, orang-orang bilangnya saya terlalu banyak kerja lah, terlalu banyak merajutlah, dsb dsb. Padahal menurut saya juga ga. Kesibukan saya itu seasonal, namanya juga auditor. Ada loh yang sampai bilang kalo cewek itu ga usah serius-serius kerja kejar karir, jadinya ga hamil-hamil kan. 😞 Biasanya sih saya langsung nyinyir sama yang komen begitu, tapi pas ketemu suami langsung mewek-mewek. Pencitraan doang lagak premannya. 

Tadi, abis denger berita itu, saya wa suami. Suami bilang “sabar nduk, belum waktunya. Kita terus aja usaha.”Iya sih bener, semua ada waktunya. Dalam kehidupan ini, kendali atas segala sesuatu kan di tangan Tuhan, termasuk kehamilan dan anak. Mungkin kami memang belum siap untuk menerima berkat yang terbesar ini. Mungkin kami juga belum berusaha semaksimal mungkin. 

Advertisements

4 thoughts on “😞

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s