Remah-remah…

taken from google

taken from google

β€œBlessed is he who expects nothing, for he shall never be disappointed.”
– Alexander Pope

β€œIt is easier to forgive an enemy than to forgive a friend.”
-William Blake

*inhale *exhale

Antisosial?

Apa iya aku anti sosial? Tapi kok ya aktif ngeblog, aktif ngepath, aktif fesbukan, aktif instagram.

Tapi dari sisi hubungan person to person keknya sangat berkurang intensitasnya.

Mungkin karena sekarang aku terlalu sinis dan keras melihat hidup sehingga tercermin dalam setiap perkataan dan perbuatanku? Sinis dan keras itu akhirnya membuat teman tidak nyaman untuk berkomunikasi dengan aku?

Sepertinya tahun ini bakal jadi tahun kontemplatif. Bulan pertama aja udah penuh pemikiran-pemikiran introspektif begini.

Ah sudahlah….

New addiction

Sebenernya saya kualat. Saat ada serial ini lagi rame dikoar koarkan dimana mana, saya yang sangat mengidolakan kelakuan anti-mainstream ini menolak mentah mentah. Walau banyak teman yang bilang, “din itu yang jadi arjuna ganteeeng”, saya cuma melirik dan bilang biasa ajaaa.

IMG_0474.PNG
(Nyomot foto dari gugel)

Saya sudah pernah menonton serial mahabarata duluuu jaman sd, kalo ga salah ditayangin di tpi. Dulu suka liatnya soalnya sambil diceritain sama emak kek mana sebenernya ceritanya. Nah sekarang ngapain dong liat lagi, ceritanya juga sama ini.

Suatu saat saya pas ganti2 channel nyasarlah ke channel yang nayangin ni mahabarata. Pas scene arjuna sedang menyamar jadi wanita. Lah kok cuantikkk pol. Tapi pas sari nya tersingkap, itu bisep booo bertonjolan 😝. Akhirnya hobi nyinyir saya muncul dongg. Itu arjuna, ksatria keren, kenapa jadi kayak jejadian deket kosan saya dulu. Suami saya cuma geleng geleng sambil bilang “kualat ntar ketagihan lo”. Saya bilang “aaahh film asik buat dinyinyirin aja”.

Besoknya nonton lagi dong. Masih ga fokus tapinya. Ganti sono sini. Pas mau mulai kan ada lagu ost nya yak. Lagunya sendu, gelap, galau gitu lah. Lagu lagu yang lahap saya kumpulkan. Itu lagu terpatri bener di kepala. Jadinya kalo lagi berangkat atau pulang dibonceng suami, di jalan tiba tiba nyanyi bagian reff nya (lah wong cuma bagian itu yang kata katanya bisa saya tangkep). Saat saya nyanyi, suami saya bagian goyang goyang kepala sambil mboncengin πŸ˜„.

Karena addict sama ost nya ini, saya yang dari ga full liat, jadi dikit dikit serius nontonnya. Akhirnya sekarang malah nunggu nunggu, bahkan ngomel karena jam tayangnya udah menyusut gila gilaan jadi 15 menit aja. Saya bahkan sampai googling untuk mengingat akhir ceritanya kek mana, siapa saja yang mati dalam peperangan nanti, dan sebenernya ini cerita beneran apa legenda (kalau yang terakhir sih pertanyaan suami saya. Hobi suami saya adalah mengajukan pertanyaan kepada saya dan menyuruh saya mencari jawaban. πŸ˜’).
Naaah, hari hari ini keknya bakal dimulai tu peperangan paling besar di jamannya. Jaman siapa? Ya jamannya pandawa itu lah, ga jelas de itu jaman kapan 😁. Saya paling menunggu nunggu ni scene perangnya. Bukan karena saya hobi liat kekerasan. Sama sekali tidak. Wong saya aja penasaran sama komentar orang-orang yang bilang abimanyu meninggalnya sadis, tapi ga berani ngeyutub-in. Takut liat darah sama ngerasa perih sedihnya. Belum siap mental boo #halah.
Saya menunggu scene ini karena inilah puncak cerita mahabarata, sama kayak liat LOTR gitu. Kira kira se epic itukah? Hihihi. Kedua, tidak tau kenapa, saya itu benci benci rindu sama film model model kerajaan dan perang gitu (kek LOTR, dan sekarang mahabarata), padahal saya paling ga suka kalo ada tokoh protagonisnya yang mati. Waktu liat LOTR yang two towers, saya sangat tersentuh dengan kematian haldir si peri hutan, jadi nama haldir akan mengena di otak saya. Padahal bukan pemeran utama juga. Kalo yang mahabarata ini keknya bakal mengena banget sedihnya saat abimanyu meninggal deh. Dari awal liat si abimanyu, suka banget liat wajahnya. Wajah seseorang yang punya perangai menyenangkan, patuh dan ceria gitu keknya. Perasaan perih liat kematian orang baik ini yang keknya menjadi candu sendiri buat saya. Ini mungkin yang membuat saya sekarang rajin nonton mahabarata.

Saat ini, saya udah donlot dong ost nya yang mencuci otak itu πŸ˜„. Tinggal ngapalin liriknya #halah. Satu lagi yang mau saya lakukan, beli dvdnya πŸ˜‚.

Ah sudahlah. Kali ini saya akan rela ber-mainstream ria. Demi haldir, eh abimanyu. Siapa tau kelak kalau saya punya anak cowok, sifatnya seperti abimanyu yang sangat setia dan baik hati.

Sekiaaaan cerita hari ini. Masih kurang 2 jam 15 menit menuju mahabarata edisi hari ini. Yeeeeaayyy

Tempat tinggal impian

http://youtu.be/mj6i_Z1Srsw

Jadi ini bukan film baru. Ini filmnya mas josh duhamel yang panjatable banget ituh. Tapi ini bukan mau bahas ceritanya, ato pemerannya, atau bagus nggaknya filmnya sih. Yaaa film romantis will be film romantis laahh. Bikin klenyer klenyer gimana gt (apalagi bayangin dipeluk peluk sama mas josh yak)
Saya mau bahas setting lokasi mereka. Itu ceritanya mereka hidup di desa tempat persinggahan bis (bisnya berhenti cuma 10 menitan buat penumpang meluruskan kaki, beli cemilan, cari toilet, dsb). Aku bilang desa soalnya keknya hidupnya masih sederhana gitu. Smua orang saling kenal. Trs mereka suka melakukan kegiatan bareng-bareng. Cuma ada 1 restoran, 1 toko serba ada, 1 pom bensin. Ada sungai, ada hutan. Kalo kata orang jawa hidupnya ayem.

Sebagai orang kota (24 tahun di kota kecil kayak malang dan 6 tahun di kota metropolis kayak jakarta) saya langsung mupeng dong ya hidup disitu. Sejujurnya dari kecil saya (yang pas sd sudah baca novel rohani kakak saya dengan setting lokasi peternakan)udah pengen banget hidup di desa, di sebuah peternakan gitu. Sepertinya damai kalo hidup di dekat padang rumput luas yang bisa dinikmati kalo pengen menyendiri, banyak hewan-hewan lucu kayak sapi, domba, kuda, anjing (yup, saya pecinta hewan), ada sungai untuk memancing santai. Saya bayangin pake topi jerami dan gaun bunga-bunga terus jalan jalan di tengah padang (video klip banget ga siiihhh). Waktu sd udah pengen kek gitu.

Pas sma dan kuliah, hobinya ganti dongg baca novel harlequin hahahahahah. Kalo temen ada yg suka cerita yang ada anak-anak/bayi, ada yang suka businessman, saya pilih koboi. Saya bayangin saya jadi istri koboi yang tiap hari ngasi makan ayam, bebek, jalan-jalan sama anjing, nyikat bulu kuda. Terus siangnya masak,nemenin suami makan siang. Saat suami balik menggembala (ceile, penggembala ceritanya bo, saya jalan jalan ke bukit seberang padang rumput, duduk di bawah poon, ngeliatin sapi sapi merumput. What a life!!!

Naaahhh ini settingan lokasi si film enaaakkk banget deh. Saya keknya bisa menemukan banyak spot untuk duduk berdiam diri, menikmati musik dan merenung (plus dipeluk mas josh #halah). Bandingkan dengan hidup di kota, dengan hingar bingarnya setiap hari. Keknya tak tersisa 1 spot untuk menyendiri. Mau menyendiri di kafe? Menyendiri di taman? Semua keknya penuh dengan hal yang bising. Disini ga ada yang namanya menikmati hidup kayak orang desa.

Dipikir pikir lagi, mungkin bisa jadi penyemangat kerja yah. Rajin kerja, banyak nabung, biar bisa pindah ke desa dan cari ketenangan….plus cari mas josh #plak.

Aminnnn….

Punya tempat tinggal impian?

Surat untuk teman

Halo teman, apa kabarmu disana?
Sesaat teringat masa kita bersama. Saat itu sungguh susah bagiku untuk paham kedalaman dirimu. Satu saat aku merasa paham, namun disaat lain ternyata aku kembali tersesat dalam lapisanmu.
Teman kesayangan, apa kabarmu sekarang?
Terbersit kenangan segala kesusahan yang kau alami (dan kau ceritakan padaku). Pengorbanan dan perjuangan yang harus kau kerahkan sungguh membuatku malu pada diri sendiri. Aku tidak sekuat kamu teman.
Teman, apa kabarmu saat ini?
Kamu dengan lapisan lapisan dirimu sebagai pertahanan dirimu. Sudahkah kau menemukan kebahagiaan yang kau impikan? Sudahkah kau temukan lelaki yang mampu melihat inti dirimu? Aku tau kau bersembunyi erat di balik setiap topengmu. Aku tau menjadi lemah bukanlah pilihan yang kau masukkan dalam lembar hidupmu.
Sudahkah kau menemukan lelaki yang mampu memelukmu erat dari dingin dan kerasnya dunia?
Teman kesayangan, kabarmu telah kuterima. Ingin rasanya aku terbang dan memelukmu erat. Sekedar memberi sedikit rasa hangat, hangatnya perasaan cinta seorang manusia, walau mungkin tak sempurna.
Aku mendengar bisik kelelahanmu. Aku mendengar rintihan pedihmu.
Dan aku cuma bisa merasa perih. Aku tau tak ada kata yang cukup untuk meredakan penatmu atau mengobati lukamu. Aku tak punya kata kata yang manjur.
Teman, beristirahatlah sejenak. Rebahkan badanmu, luruskan kakimu. Jangan paksa dirimu untuk terus berlari. Duduklah dan bernafaslah.
Menjadi lelah itu wajar, menjadi lemah itu manusia. Dan kamu adalah manusia.
Teman kesayangan, aku berdoa satu waktu nanti kita boleh bersama lagi. Kembali asik bercanda tentang mimpi-mimpi tak berujung kita, kembali ke masa dimana tersenyum cuma seharga gorengan pagar belakang kampus.
Selamat tidur teman. Aku akan ada disini, dibalik pintumu.

Kunjungan pertama ke Asemka

Tau Asemka apa? Itu pasar saudara saudara. Letaknya di jakarta utara kalo saya tidak salah. Jadi itu pasar glodok belok kiri kalo dari arah Harmoni.
Jadi iya, saya ke Asemka tadi pagi sama 2 teman saya. Seminggu ini saya emang ga mood di ruangan baru, musti dijitakin emang saya. Jadi saya banyaknya kabur ke ruangan lama saya atau jalan keluar kantor. Kebetulan emang sebagai auditor, kerjaan saya udah kelar semua sebelum lebaran. Saya bebas banget (sebelum surat tugas berikutnya turun lagi dari para dewa huhuhu).
Tujuan utama kami ke Asemka adalah cari bros. Jadi di asemka itu banyak aksesoris aksesoris, souvenir souvenir, sampai kertas kado yang lucu lucu banget. Pokoknya banyak barang lucu di Asemka hihihi.
Inilah hasil belanjaan kami (eh saya maksudnya) :

IMG_0035.JPG

IMG_0034.JPG

IMG_0033.JPG
Dapatnya bukan hanya bros, tapi juga notes lucu hahahahaha. Saya suka bros tapi yang kecil, yang gede gitu suka ga pede. Tapi ini lucu. Balerina!!!!
Brosnya itu musti beli serenteng alias 4 biji seharga Rp60.000. Jadi total damage 2 renteng Rp120.000.
Terus notesnya harganya Rp12.000 sebuah, 48 halaman. Kertasnya tebel, empuk, berwarna dan bergambar pula.

IMG_0036.JPG

Selain itu saya juga beli kertas kado. Lucu lucu bangetttt. Harganya selembar Rp1000. Tapi ndak sempet foto (benernya males njembrengin sik). Belinya di toko sansan wawa.

Sayangnya pasar Asemka ini penampakannya agak serem. Dari luar penampilannya ga indah dan banyak sampah. Pas mau parkir, kami musti naik sampai lantai 5 dan perjalanan menuju lantai 5 itu seram kata saya. Jalan naiknya berbelok tajam, gelap dan kotor. Disebelah gedung yang kami kunjungi ada sih gedung yang lebih bersih, isinya juga lumayan sama. Tapi kata teman saya keknya harganya mahalan hahahahaahah (sotoy).
Nah saat kami keluar dari parkiran menuju pulang, ternyata di deretan lain ada yang jual lampu yang dipengenin teman saya. Lampunya itu yang bisa muter terus keluar bayangan bayangan gambar di kamar kita gitu. Jadi kayak kita lagi main bikin bayangan pake tangan kita ke tembok gitu loh. Tapi yang ini gambarnya attach di lampu (puyeng sendiri njelasinnya) hahahahaa. Sayangnya susah parkirnya. Jadi kami putuskan untuk dimasukkan dalam list belanjaan kunjungan berikutnya. Cukup wise kan kami dalam berbelanja (jitakin).
Hihihihi.
Yang saya pelajari kalo belanja ke asemka adalah mendingan naik angkot atau taksi, secara parkirannya serem. hihihi. Terus bikin list belanjaan kita apa aja. Kalo ga, udah deh semua barang lucu bisa dibeli semua. Hahahahahaah. Ketiga, enakan perginya rame rame. Seru aja rasanya dan kalo kata saya ,yang gampang sereman dan sukanya ke mol ini, bisa mengurangi seremnya pasar ini hahahahaha (Seremnya diluar aja sih, didalam mah lucuuuu smua).
Yang belum pernah ke Asemka coba deh jalan jalan kesana. Apalagi yang hobinya sama kayak saya, hobi sama barang lucu. Selamat berbelanjaaaa