House by the sea – Moddi

Hari ini saya bersih-bersih laptop dari file-file yang menggunung dan ketemu lagu ini. Saya aja lupa ini lagu kek apa. Dan waktu didengerin langsung jambak rambut. Kenapa ada lirik macem iniiiiiiii huaaaaaaa….

Liriknya kayak curahan hati saya selama ini. Belum lagi melodinya yang adeeemmm kek kita lagi naik perahu terus kita duduk sambil julurin kaki ke air di hari yang teduh. Kebayang ga sih? *langsung mupeng*

Kebetulan aja ada hal-hil beberapa hari ini yang sedikit mengembalikan ingatan ke masa lalu yang inginnya aku buang jauh-jauh. Jadi rasanya attached banget sama lagu ini. Baper daaahhh. Please enjoy.

“They say home is a place you can choose to be
And I’ve decided to carry home inside me
So it’s not really as if I am leaving
It’s more like something pulling me
Because behind everything that I do
I just want to forget, want to carry this through
Fill my lungs with the sweet summer air
In my heart, in my mind I am already there”

Advertisements

Remah-remah…

taken from google

taken from google

“Blessed is he who expects nothing, for he shall never be disappointed.”
– Alexander Pope

“It is easier to forgive an enemy than to forgive a friend.”
-William Blake

*inhale *exhale

Antisosial?

Apa iya aku anti sosial? Tapi kok ya aktif ngeblog, aktif ngepath, aktif fesbukan, aktif instagram.

Tapi dari sisi hubungan person to person keknya sangat berkurang intensitasnya.

Mungkin karena sekarang aku terlalu sinis dan keras melihat hidup sehingga tercermin dalam setiap perkataan dan perbuatanku? Sinis dan keras itu akhirnya membuat teman tidak nyaman untuk berkomunikasi dengan aku?

Sepertinya tahun ini bakal jadi tahun kontemplatif. Bulan pertama aja udah penuh pemikiran-pemikiran introspektif begini.

Ah sudahlah….